Perasaan Campur Aduk di Usia Akhir 20-an

Perasaan Campur Aduk di Usia Akhir 20-an

Ada banyak hal yang terjadi ketika kita berada di usia 20-an. Di usia yang jelas sudah bisa disebut dewasa, lebih banyak hal yang mulai kita alami dan pahami dan macam-macam pula cara kita menghadapinya. Apalagi saat sudah mulai menginjak akhir 20-an, ada banyak perasaan campur aduk yang kita alami yang kadang jauh lebih kompleks dari sekadar pertanyaan kapan kawin. (*ups)

Di akhir usia 20an, kebanyakan dari kita mungkin sudah mulai memikirkan untuk hidup sendiri dan mulai mandiri. Meskipun kalau melihat di budaya negara kita, kebanyakan dari kita nggak akan keluar rumah sebelum menikah. Tapi setidaknya, kita mulai merasa bisa mengendalikan hidup sendiri karena sudah mulai bekerja menata karir, hidup dan masa depan.

Masalahnya, perasaan mengendalikan hidup sendiri ini juga kadang diikuti dengan rasa khawatir karena tanggung jawab yang juga makin besar. Mikir beli rumah, tabungan masa depan, kesehatan orang tua, dan masih banyak lagi. Atau yang akan semakin sering terjadi biasanya adalah pengeluaran tiba-tiba yang bisa membuat kita kelabakan terutama jika kita tidak memiliki tabungan untuk situasi seperti ini. Di saat seperti inilah kita sadar bahwa kadang kita tidak bisa benar-benar mengendalikan keadaan.

Tapi kabar baiknya, sebagian dari kita biasanya sudah memiliki pandangan karir dan hidup seperti apa yang kita inginkan. Kita juga mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Sayangnya, usaha keras yang dilakukan untuk mencapai ambisi itu kadang membuat kita terlalu sibuk dan tidak bisa menikmati waktu. Mungkin karena ada rasa khawatir bahwa hidup yang diimpikan tersebut tidak kunjung tercapai. Tapi kalau dipikir-pikir, jika kita tidak bisa menikmati hidup, apa enaknya?

Merasakan usia kita semakin bertambah kadang juga membuat kita menyadari segala perubahan yang ada di sekeliling kita. Tiba-tiba kita sudah punya banyak keponakan, atau adik kita sudah besar, atau dulu ada anggota keluarga yang masih bayi, sekarang tiba-tiba sudah smp. Melihat semua perubahan tersebut tentu ada rasa nostalgia yang menyenangkan, bahwa anggota keluarga kita bertambah, dan bahwa bayi-bayi lucu itu sekarang sudah ABG dan mulai membuat kita pusing dengan gaya mereka. Tapi di saat yang sama, kita juga sadar bahwa orang tua kita pun makin menua dan lemah. Rasa takut kehilangan juga semakin besar. Hal ini mau tidak mau juga membuat kita berpikir bahwa waktu memang terus berjalan dan tidak pernah memberi kesempatan bagi kita untuk berhenti sejenak.

Banyak perasaan campur aduk yang hinggap ketika mencapai usia akhir 20an. Dan campur aduknya memang terkadang lebih memusingkan daripada sekadar pertanyaan kapan kawin, meskipun itu juga bisa jadi salah satu alasannya. But let’s keep going and keep moving. Yang bisa kita lakukan ya memang cuma berusaha sebaik mungkin menjalaninya. Karena kita hidup juga cuma numpang lewat, kan? Yang penting berusaha tidak menyakiti orang lain sambil berusaha agar kita bisa hidup layak dan membahagiakan sebanyak mungkin orang termasuk diri sendiri.

2 thoughts on “Perasaan Campur Aduk di Usia Akhir 20-an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *