Menyusun Resolusi yang Realistis Biar Tak Cuma Menjadi Beban

Menyusun Resolusi yang Realistis Biar Tak Cuma Menjadi Beban

Hai! Selamat tahun baru, yah! Nah, untuk tahun ini, apakah kamu sudah membuat resolusi atau target tahun baru?

Ya, tahun baru memang identik dengan awal yang baru, ambisi dan mimpi-mimpi baru. Karena itulah, saat pergantian tahun, beberapa orang akan menyambut dengan membuat resolusi dengan harapan satu tahun ke depan semua hal akan berjalan lebih baik dan lancar. Tapi sebenarnya, tidak sedikit juga yang skeptis karena resolusi tersebut biasanya hanya bertahan selama awal tahun saja. Sering kan lihat meme yang menyoroti masalah ini? :)))

Saya dulu juga seperti itu. Pernah berada di masa yang rajin membuat resolusi, lalu malas sendiri karena ternyata cuma bertahan sebentar. Ya lumayan kalau bisa bertahan 4 bulan, sayangnya dulu lebih sering cuma bertahan satu bulan atau bahkan kurang. Kalau dipikir-pikir, saya rasa itu karena resolusi dan target saya terlalu ambisius, tidak realistis, dan tanpa perencanaan.

Setelah browsing ke sana kemari dan membaca berbagai sumber, saya menemukan beberapa cara yang ternyata membantu saya lebih konsisten dengan rencana-rencana yang saya buat.

Mencari Tahu Apa yang Ingin Kamu Capai

Langkah pertama membuat resolusi adalah memahami apa yang sebenarnya ingin kamu capai atau hasil akhir yang ingin kamu dapatkan. Kebanyakan orang sudah paham dengan bagian ini karena memang hal inilah yang langsung dilakukan banyak orang saat membuat resolusi, yaitu langsung pada hasil akhir yang ingin didapatkan. Contohnya, ‘saya akan diet tahun 2019’, ‘akan membaca banyak buku tahun 2019 nanti’, ‘akan olahraga setiap pagi’, ‘bangun lebih pagi’, dan seterusnya.

Resolusi Tahun 2019 (c) Pexels.com

Tidak ada yang salah dengan beberapa contoh di atas, hanya saja ternyata resolusi seperti itu kurang spesifik. Resolusi yang terlalu luas dan tidak spesifik malah akan sulit untuk dilakukan karena membuatnya terasa seperti tidak ada target pasti dan terasa seperti beban. Tanpa ada target jelas, maka kita tidak akan tahu bagaimana cara melaksanakannya.

Misalnya, daripada menulis, ‘saya ingin kurus!’ coba ganti dengan ‘saya akan berolahraga rutin’, daripada menulis ‘saya akan membaca lebih banyak buku’, coba ganti dengan ‘saya akan membaca 10 buah buku’. Sesuatu yang terukur dan spesifik akan mempermudah kamu untuk melaksanakannya.

Cari tahu Mengapa Kamu Menginginkan Resolusi Tersebut

Setelah tahu apa yang kamu inginkan, cari tahu pula mengapa kamu ingin resolusi tersebut tercapai. Dengan mengetahui alasan di balik resolusi tersebut, kamu akan lebih termotivasi untuk konsisten melaksanakannya. Selain itu, kamu juga jadi dapat memastikan bahwa resolusi tersebut adalah hal yang benar-benar kamu inginkan dan bukan karena ‘sekadar ingin membuat’ saja. Melainkan merupakan suatu hal yang sudah kamu pikirkan masak-masak. Sesuatu yang memang ingin kamu kejar dan berdampak pada hidup kamu selanjutnya.

Alasan Resolusi Kamu

Gambar di atas adalah contoh sederhana yang bisa kamu coba. Misalnya, kamu ingin menabung, lalu sertakan pula alasan mengapa kamu ingin menabung, bisa karena ingin punya dana cadangan, atau mungkin beli rumah, liburan, dan sebagainya. Tulis secara rinci alasannya agar kamu bisa melihat dengan jelas target yang diinginkan. Jadi, kamu tidak akan lupa dengan faktor yang mendorongmu membuat resolusi tersebut.

Menentukan Cara Melaksanakan Resolusi dan Target yang Sudah Kamu Tulis

Setelah kamu tahu apa yang ingin kamu capai beserta alasannya, langkah selanjutnya adalah merencanakan bagaimana kamu akan menjalankannya. Dengan menuliskan secara detail langkah yang akan kamu ambil, harapannya kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai target yang sudah dibuat dan tidak lagi berjalan tanpa arah yang jelas.

Cara Melaksanakan Resolusi

Untuk tiga bulan pertama, ada baiknya mulai dengan yang paling ringan terlebih dahulu. Misalnya untuk contoh di atas, pada bagian ‘olahraga rutin’. Jika belum terbiasa berolahraga secara teratur, langsung membuat target olahraga setiap hari malah terkadang bisa membuat kamu terbebani. Jadi, mulai saja dengan pelan misalnya olahraga 2 kali seminggu di rumah. Jika dalam tiga bulan pertama rutinitas tersebut berhasil dilakukan secara berkelanjutnya, kamu bisa mengubahnya menjadi 3 kali seminggu sesuai dengan kemampuan kamu.

Jika kamu ingin lebih banyak membaca buku di tahun 2019 misalnya, kamu bisa memulai dengan membaca 10 halaman per hari. Jika ingin menabung, mulai dengan menyisihkan uang dengan nominal kecil terlebih dahulu. Membuat standar terkecil tidak hanya mempermudah kita membiasakan diri, tapi kadang buat saya, hal tersebut malah memacu saya untuk melakukan sesuatu lebih dari standar yang sudah saya tentukan sendiri. Tapi jika saya memulai dari hal besar, saya malah malas melakukannya karena sudah membayangkan terlebih dulu bahwa saya akan melakukan hal ini selama 365 hari mendatang. Bagi saya hal tersebut terlihat seperti ancaman dan beban. 😀

Membuat Detail Pelaksanaan atau Tracker

Langkah selanjutnya, kamu bisa membuat detail pelaksanaan atau tracker untuk memantau seberapa baik kamu melaksanakan rencanamu. Detail ini dapat berfungsi sebagai panduan dan tracker agar bisa lebih mudah mengikuti resolusi kamu.

Detail Spesifik

Nah, itu tadi beberapa langkah yang bisa membantumu membuat resolusi yang lebih realistis dan agar tetap bisa terlaksana. Memang sedikit merepotkan, tapi dengan perencaan mendetail, harapannya keinginan untuk lebih baik di tahun mendatang tidak hanya menjadi sekadar keinginan tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Apalagi jika sampai resolusi yang dibuat malah jadi beban.

Jika belum terbiasa memang sulit, saya juga merasakannya. Tapi, bukan berarti tidak layak dicoba bukan? :)))

13 thoughts on “Menyusun Resolusi yang Realistis Biar Tak Cuma Menjadi Beban

  1. Asik dapat info mendetailkan resolusi.

    Soalnya aku sejak mumet sendiri merealisasikan resolusi, jadi sempat malas buat sih dan menjalani semuanya dengan misi utama yang nggak berubah-ubah dari dulu. Pokoknya, terima kasih banyak.

  2. Membuat resolusi terbukti ampuh meningkatkan semangat dalam menjalani hidup. Tapi terkadang kita lupa, sampai sejauh mana resolusi tersebut sudah berjalan, tanpa membuat semacam “jejak” atau tracker, agar kita bisa melihat perjalanan progress dari resolusi tersebut. Mantap nian. Salam kenal dari blogmashendra.

    Salam blogger!

    1. Iya benar. Tanpa rekaman jejak atau resolusi detail, saya sering kali sulit konsisten.
      Salam kenal juga mas. 🙂

  3. Dulu jaman kuliah sering bikin resolusii.. Tapi sekarang resolusinya diucapin dalam hati wkwkw udah let it goo.. Tapi ini keren sih mbak. Bikin resolusi yangrealistis, ditulis secara detail gitu ya.

  4. Dulu jaman kuliah sering bikin resolusii.. Tapi sekarang resolusinya diucapin dalam hati wkwkw udah let it goo.. Tapi ini keren sih mbak. Bikin resolusi yangrealistis, ditulis secara detail gitu ya.

    1. Terima kasih :))
      Iya, saya dulu sering gitu, dan sering lupa juga. Hahahaha.. Makanya sekarang mencoba dibikin rencana yang matang.

  5. Selalu suka sama artikel how-to bertopik self-improvement atau personal development yang detail dan helpful kayak gini ❤️ Definitely will try this for my 2019 goals! Thank you for sharing Mbak, salam kenal 🤗

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *