Sebagai Seorang Freelancer, Liburan Sambil Bekerja Ternyata Tidak Seburuk Itu

Sebagai Seorang Freelancer, Liburan Sambil Bekerja Ternyata Tidak Seburuk Itu

Rasanya, saya sudah kenyang dengan komentar-komentar seperti “enak ya, kerjanya nggak perlu diem di kantor”, “enak ya, kerjanya bisa sambil jalan-jalan”, “enak ya, bisa kerja dari mana aja”, dan segala ‘enak ya – enak ya yang lain’ setiap kali ada yang tanya apa pekerjaan saya. Ya sebagai seorang freelancer, umumnya memang kesan itu yang akan pertama ditangkap oleh kebanyakan orang. Ya memang harus saya akui juga, kerja tanpa terikat tempat menurut saya memang menyenangkan.

Bagi mereka yang kerja kantoran, liburan sambil kerja mungkin adalah mimpi buruk. Mungkin karena selama seminggu sudah harus direpotkan dengan pekerjaan selama delapan jam per hari, jadi masih harus direpotkan dengan pekerjaan saat liburan akan terasa terlalu melelahkan. Sedangkan bagi saya pribadi, ternyata liburan sambil bekerja sama sekali tidak membuat saya merasa kerepotan atapun kesal.

Lebih Rileks dan Inspirasi Terus Mengalir

Bagi yang belum tahu, saya bekerja sebagai penerjemah sekaligus content writer. Nah, karena harus bergulat dengan kegiatan tulis menulis setiap harinya, maka saya perlu inspirasi yang jalan terus dan mengalir terus. Sementara jika saya berdiam di rumah, ada kalanya saya akan merasa bosan dan akibatnya ide tidak lagi jalan alias macet. Sulit sekali melahirkan ide-ide atau inspirasi jika sudah seperti itu. Mau duduk diam di depan laptop selama berjam-jam pun hasil akhirnya tidak akan memuaskan. Yang ada saya malah kesal sendiri.

Nah, ketika liburan sambil kerja, saya akan bertemu lingkungan baru, suasana baru, dan pemandangan baru yang otomatis memicu inspirasi. Karena saya suka mengamati apa yang terjadi di sekitar, hal-hal yang saya lihat dan rasakan inilah yang akhirnya bisa menjadi tulisan-tulisan saya selanjutnya. Memang benar, inspirasi bisa datang dari mana saja, tapi jika kita tidak menjemput dan mengusahakan agar inspirasi datang (misalnya dengan liburan), rasanya agak sulit juga. 🙂

Membuat Saya Lebih Menghargai Liburan

Ketika liburan tiba, dulu saya lebih sering menghabiskannya dengan melamun, main game, atau tidur. Yang ada saya malah bosan setiap musim liburan tiba karena tidak ada sesuatu yang seru untuk dikerjakan. Parahnya lagi, saya juga ogah-ogahan berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat karena merasa “ah, toh saya nggak ngapa-ngapain, di rumah aja. Ketemu terus dengan mereka.” 

Tiba di stasiun Jogja jam 3 pagi. Kerja sebentar sebelum berangkat ke hotel.

Ketika saya memutuskan untuk bekerja sambil liburan, saya memang harus menyempatkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan selama beberapa saat. Tapi begitu selesai, ada sedikit rasa rindu ingin berinteraksi dengan keluarga atau orang terdekat saya. Jadi setelah menutup laptop, rasanya saya ingin cepat-cepat ngobrol bersama mereka. Dari situ saya paham, ternyata kerja saat liburan malah membuat saya lebih menghargai waktu libur saya.

Jadi Lebih Paham, Liburan Itu Bukan Keharusan

Setiap tanggal merah, dulu saya selalu merasa kesal kalau tidak bisa kemana-mana. Setidaknya harus liburan walalupun dekat. Harus berkumpul bersama saat liburan, atau harus pergi ke tempat khusus. Tapi semakin ke sini, saya paham, tanggal merah atau musim liburan bukan berarti saya juga harus angkat koper dan bepergian. Sebaliknya, saya malah bisa mengerjakan tugas-tugas yang tertunda, menyiapkan proyek-proyek baru, dan sejenisnya.

Nah ternyata, keseruan mengerjakan proyek ini ternyata menjadi semangat serta hiburan tersendiri buat saya. Ditambah lagi saya bisa mengerjakannya dari mana saja, jadi tinggal lompat ke cafe jika bosan di rumah, atau main dulu ke tempat yang agak jauh, sambil tetap menenteng laptop. Ya siapa tahu ide baru akan muncul tiba-tiba, bukan?

Liburan Akhir Tahun Sambil Bawa Kerjaan

Mampir ke Cafe di Jogja buat Kerja Sebentar Sebelum Jalan-jalan Lagi

Liburan akhir tahun lalu, saya memutuskan untuk tidak bepergian terlalu jauh. Hanya ke beberapa tempat di dalam kota saja. Jadi seperti biasa, liburan pun saya tetap sambil bawa ransel yang sudah lengkap berisi laptop beserta peralatan pendukungnya. Memang laptop saya yang sekarang lumayan berat untuk dibawa kemana-mana, jadi sepertinya salah satu resolusi 2019 saya adalah #2019PakaiZenbook. Asus Zenbook A UX391UA ini beratnya saja hanya 1 kg dan ketebalannya juga hanya 12,9mm. Jadi, akan lebih praktis dibawa kemana-mana dan tas saya juga akan muat lebih banyak barang.

Meski asli dari kota Malang, saya belum terlalu menjelajahi semua tempat unik di kota ini. Jadi liburan akhir tahun lalu, sekalian saya jalan-jalan di sekitar kota. Begitu sudah mulai capek, tinggal belok ke cafe terdekat, lalu bersantai atau sambil buka laptop. Ya beginilah serunya freelance, bisa bekerja kapanpun dimanapun, asalkan bisa mengatur waktu. Itu baru liburan akhir tahun lalu, saat liburan pertengahan bulan lalu ke Bali dan setahun sebelumnya ke Jogja, laptop juga tetap menjadi salah satu barang wajib. Di sela jalan-jalan menikmati kota, akan ada sesi istirahat sejenak dan bersantai, atau sekaligus bekerja di cafe atau tempat lain yang terasa nyaman.

Tidak, saya tidak merasa terganggu dengan pekerjaan selama liburan, karena justru saat liburan itu pikiran saya sedang ‘segar-segarnya’.

Laptop yang Mendukung Mobilitas Tinggi Untuk Mempermudah Pekerjaan Saat Liburan

Agar libur sambil kerja makin mudah dan asik, peralatan yang digunakan juga harus mendukung, misalnya seperti Zenbook A UX391UA. Desainnya yang ramping dan ringan membuatnya tidak terlalu banyak makan tempat dan mudah dibawa. Tinggal dimasukkan dalam ransel, maka beres sudah. Tidak repot dan masih bisa membawa barang penting lainnya.

Laptop tipis, ringan, dan praktis. Cocok untuk mobilitas tinggi. (Image: Asus.com)

Selain praktis, kenyamanan juga hal yang utama saat bekerja sambil liburan. Karena laptop Zenbook A UX391UA punya engsel Ergolift yang eksklusif, jadi sudut kemiringan laptop ini saat dibuka sangat pas dengan posisi mengetik. Jadi tangan dan lengan akan tetap nyaman dan tidak mudah lelah meski harus mengetik cukup lama. Dengan posisi kemiringan yang pas ini juga, sistem pendingin laptop dapat berkerja maksimal agar tidak cepat panas dan audio juga bekerja dengan sangat baik dan menghasilkan suara yang jernih pula.

Nah, ini penting, karena saya suka sekali mendengarkan musik saat bekerja. Apalagi kini Asus menggunakan teknologi ASUS SonicMaster Premium, jadi audio yang dihasilkan juga sangat mencengangkan. Sedangkan di sistem pendinginnya, laptop ini sudah mampu mendinginkan hingga 5 derajat lebih dingin dari generasi sebelumnya. Tanpa laptop panas, kerja juga lebih cepat.

Usahakan Laptop yang Digunakan Lancar dan Bebas Drama Lemot

Salah satu tips penting saat liburan sambil bekerja adalah membagi waktu seefektif dan seefisien mungkin. Jadi, kamu akan perlu laptop yang bisa bekerja cepat tanpa drama, ribet, apalagi lemot. Tahukah kamu bahwa Zenbook A UX391UA sudah mengusung prosesor Core i7 dengan RAM 16GB dan HardDrive 512 GB? Artinya, laptop ini bisa jadi pilihan tepat untuk kinerja yang halus dan responsif sehingga kamu tidak akan menghabiskan waktu lama hanya untuk menunggu respon laptop.

Selain itu, layar 1920×1080 dengan densitas 331 pixel juga menghasilkan gambar yang jernih dan cerah. Kemudian layar NanoEdge ultra-high memberikan tampilan warna yang detail dan hidup, jadi terasa menyenangkan untuk dilihat apalagi jika saya harus berurusan dengan edit foto atau video, misalnya.

Kapasitas Baterai Juga Penting

Satu hal yang juga sangat penting diperhatikan adalah ketahanan baterai. Laptop ini punya ketahanan baterai hingga 13,5 jam. Artinya, jika hanya untuk bepergian ke tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah atau ke penginapan, saya tidak perlu membawa kabel charger. Jadi, makin hemat tempat. Karena punya teknologi fast-charging pula, laptop ini bisa mencapai kapasitas 60% hanya dalam waktu 49 menit pengisian baterai. Jadi semakin terbayang bukan praktisnya liburan sambil kerja dengan membawa laptop ini?

Desainnya stylish dan keren (Image: Rau@ Maureen_Rau@asus.com)

Slim, Stunning, dan Supreme adalah tiga kata yang bisa menggambarkan desain laptop ini. Karena sudah memenuhi syarat stylish dan praktis, rasa-rasanya laptop ini memang sempurna untuk dibawa jika harus bekerja sambil liburan.

Pada akhirnya, ternyata liburan sambil bekerja memang tidak terasa seburuk itu. Saya masih bisa rileks saat bekerja, dan di saat yang sama saya tidak berlebihan dan masih bisa mengontrol diri saat liburan. Agar kegiatan liburan sambil bekerja selanjutnya makin nyaman, sepertinya harus #2019PakaiZenbook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *