Ketemu Jodoh di Acara Resepsi Pernikahan Teman

Ketemu Jodoh di Acara Resepsi Pernikahan Teman

I’m married! 😀

Sebagian teman dekat tentu sudah tahu tentang hal ini, namun saya memang belum pernah menuliskannya di blog. Selain karena belum sempat, tapi juga saya merasa sepertinya tidak terlalu menarik juga untuk diceritakan. Tapi karena beberapa teman sering bertanya hal yang sama, saya jadi merasa, hmm.. mungkin cerita saya dengan suami sedikit berbeda dari umumnya. Bahkan teman-teman tidak ada yang menyangka kami akhirnya menikah. Jadi, okelah,saatnya bercerita.

Mengapa tidak menyangka kami akhirnya menikah? Karena pertama, lingkaran pertemanan kami berbeda. Apalagi saya cenderung ‘anak rumahan’ yang memang sangat jarang sekali keluar rumah dan hang out. Kedua, tidak ada yang tahu masa-masa ketika kami mulai dekat, ya hanya teman terdekat saya saja tentu yang tahu. Begitu pula saat mulai pacaran. Ketiga, masa dari pendekatan hingga memutuskan pacaran kemudian terjadi cukup singkat, total kurang dari 1 tahun. Sampai-sampai pernah dikira hamil duluan, dan tentu saja tidak. 😀

Foto bersama saat ke nikahan teman kami. Inilah tempat kami dan foto saat kami bertemu pertama kalinya. :D.

Singkat cerita, saya tahu pria yang sekarang menjadi suami saya itu sudah cukup lama, di pernikahan teman kami sekitar 4 tahun yang lalu. Cuma sekadar bertemu, tersenyum, lalu sudah. Tidak pernah hang out, ngobrol atau bahkan bertemu lagi karena memang lingkaran pertemanan yang berbeda dan kami memang tidak saling kenal, hanya tahu bahwa ternyata kami kerja di perusahaan yang sama tapi berada di divisi dan kantor yang berbeda.

Pertemuan pertama kami di resepsi pernikahan teman kami itu lumayan canggung. Ya karena kami tidak saling kenal, meski kami berangkat ke acara resepsi bersama dengan beberapa teman kami lainnya. Saya cuma berpikir, ‘wah, mas ini kok pendiam banget sih’, sementara dia berpikir, saya punya style yang terlalu Jejepangan. Ya saat itu saya memang masih suka dandan ala fashion Jepang memang. Hehehe. Jadi, pertemuan pertama kami diakhiri dengan tidak ada ketertarikan satu sama lain dan sama-sama move on ke kesibukan dan kehidupan masing-masing.

Tapi beberapa tahun kemudian kita dipertemukan lagi di sosial media. Ketertarikan yang sama dengan musik membuat kita memutuskan bertemu, ngobrol, dan bercerita. Ternyata, banyak kesamaan di antara kami dan memiliki pola pikir yang ternyata bisa saling melengkapi. Saya rasa itu adalah nilai plus yang belum pernah saya temukan sebelumnya yang menjadikan saya mantap menjalin hubungan dengannya. Akhirnya kita mulai ngobrol dan hang out dan uniknya itu baru terjadi 4 tahun setelah kami pertama kali bertemu di acara resepsi pernikahan teman kami. 😀

Akad nikah kami yang sangat sederhana 😀

Dua bulan setelah kami mulai sering ngobrol dan hang out, kami memutuskan untuk jadian. Nah, teman-teman mulai heran, tapi hanya teman paling dekat kami yang tahu saat itu, sih. Ya, herannya sih, kok cepat sekali memutuskan jadian. Ya kami pikir, apa lagi yang jadi halangan? Toh kami sama-sama tertarik, sama-sama tidak sedang berhubungan dengan siapapun, jadi ya mengapa tidak.

Beberapa bulan kemudian, mungkin sekitar 3 atau 4 bulan setelah jadian, kami memutuskan untuk naik ke jenjang yang lebih serius dan membicarakan pernikahan. Akhirnya, pada Maret 2019, kami melakukan akad nikah, saat itu kami belum 1 tahun pacaran dan bahkan belum ada 1 tahun sejak kami pertama kali memutuskan ngobrol. Dengan tempo yang lumayan singkat, tidak heran sih jika ada yang merasa kami terkesan terburu-buru. 😀

Sebagian orang bertanya-tanya, kenal dalam waktu terlalu singkat, apa nggak takut? Hmm.. dari beberapa kali bertemu dengan mas ini sih, dia tipe orang yang terbuka dan tidak menyembunyikan apa-apa. Dari awal sudah jujur tentang banyak hal, jadi saya tidak merasa takut ataupun ragu. Apalagi dia juga tanpa khawatir atau ragu memperkenalkan saya pada keluarganya meski kami terbilang belum lama kenal, dan menurut saya itu sangat manis dan berani. Keluarganya juga sangat menyenangkan, jadi selama kami dekat, saya sih merasa tenang.

Senyum lebar di hari akad nikah 😀

Banyak hal yang akhirnya saya dengar tentang dirinya dari orang lain (begitu orang lain tahu kalau kami ternyata berhubungan), sudah pernah saya dengar terlebih dahulu darinya. Menurut saya itu poin plus. Saya merasa “no one will surprise me unless you do” seperti lirik lagu Young Folks. Karena saya sudah tahu lebih dulu tentang banyak hal darinya.

Karena dari awal hubungan kami ternyata sudah mulus, ya kami merasa mungkin memang jalannya dimudahkan oleh Allah. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda, ya kami putuskan menikah saja. Hehehe… 😀 Semoga terus dimudahkan jalan kami hingga akhir hayat agar tetap bersama. Amiinn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *